Selasa, 23 November 2021


Mochamad Faizal Mohtarom tidak memiliki cita-cita untuk menjadi guru. Keterlibatannya di dunia pengajaran tidak dapat dipisahkan dari tawaran temannya yang membutuhkan seorang guru Indonesia di salah satu wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan mengajar karena dasar saya tidak dalam pendidikan, meskipun dia akhirnya mengambil gelar ganda dari literatur untuk melanjutkan pendidikan," kata pria berusia 34 tahun itu kepada Republika (24/11).

Pada akhirnya, pria bernama Faizal terlibat dalam dunia pendidikan sejak 2009. Statusnya telah menjadi yayasan guru permanen meskipun Dapodik masih diklasifikasikan sebagai guru kehormatan. Jumlah gaji yang diterima faizal berfluktuasi tergantung pada banyak dan apakah dalam kegiatan sekolah.

Ketika ditanya apakah jumlah gaji sudah cukup, Faizal memiliki pandangannya sendiri. Cukup atau tidak gaji seseorang tergantung pada setiap gaya hidup. Jika tidak dapat menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup, jumlah gaji tidak cukup.

Faizal mengingat salah satu ucapan pastoralnya di masa lalu bahwa "Jika Anda ingin menjadi kaya, jangan menjadi guru, jika Anda ingin menjadi guru untuk fokus pada melayani". Dari nasihat ini, Faizal tidak mengharapkan apa pun dari pekerjaan guru. Inilah tepatnya orang tua siswa yang berharap banyak untuk guru.

Meskipun gaji yang diberikan jauh dari harapan, sisa-sisa faizal disebutkan. Tetapi dia juga mencoba melakukan pekerjaan mitra di bidang hiburan. Selain menjadi salah satu pemain band, ia juga menyediakan layanan untuk kebutuhan pernikahan dan acara lainnya.

Keterlibatan faizal di dunia hiburan tidak dapat dipisahkan dari hobinya sejauh ini. "Dan Alhamdulillah dari pekerjaan sampingan ini lebih diadopsi daripada mengajar, tetapi menurut saya berkat mengajar memang tak ternilai," jelasnya.

Ada banyak hal yang dapat diperoleh Faizal saat menjelajahi profesi sampingan. Selain penghasilan tambahan, ia juga dapat menambahkan hubungan yang lebih luas. Karena, banyak permintaan untuk mengisi lembaga pemerintah dan kegiatan utama lainnya.

Selain sebagai guru dan pemain band, Faizal juga merupakan studi pascasarjana di Universitas Brawijaya (UB). Dia dengan sengaja mengambil studinya lagi untuk mengembangkan kualitas diri. Ilmu-ilmu ini tentu akan bermanfaat bagi Faizal di masa depan.

Untuk dapat membagi waktu, Faizal mengakui, saat ini tidak butuh banyak jam mengajar. Ini karena dia memang telah mengajukan izin untuk melanjutkan studinya.

"Dan untuk membagi waktu dengan Sidejob, berterima kasih kepada Tuhan, bahkan lebih mudah karena sudah ada beberapa tim yang dapat dicadangkan," kata pria yang berdomisili di daerah Tidar, Malang.

Meskipun ada banyak hal yang menantang, Faizal mengakui, masih memiliki niat untuk terus mengajar. Kemudian juga ingin terus meningkatkan bisnis yang telah ia bangun sejauh ini.

0 comments:

Posting Komentar

Categories